Блог О пользователеfrank04kjer

Регистрация

 

Kumpulan Cara Pengambilan Sampling


Tutorial Laporan Pertimbangan — Dalam tutorial sebelumnya telah dibahas mengenai masyarakat dan contoh penelitian bersama konsep statistik inferensial yang mendasarinya, Populasi dan spesimen adalah bagian metodologi statistika yang terkait dengan dengan generalisasi hasil ulasan. Cara-cara pengambilan sampel berikut disebut dengan teknik sampling. Dengan demikian teknik sampling adalah teknik atau patokan untuk memilih dan menangkap unsur-unsur / anggota-anggota mulai populasi untuk digunakan guna sampel berdasar pada representatif.

Teladan sampling penuh menggunakan sintesis probabilitas jadi berdasarkan tekniknya dikategorikan menjadi dua dikenal sebagai probability sampling dan non-probability sampling.

PROBABILITY SAMPLING

Probability sampling ialah teknik sampling dimana di setiap anggota warga memiliki peluang sama dipilih menjadi contoh. Dengan kata lain, semua bagian tunggal daripada populasi punya peluang tidak nol.

Trik ini membawa pengambilan acak (dikocok) atas suatu warga. Ada berbagai macam metode probability sampling beserta turunan dan variasi masing-masing, namun paling populer guna berikut: Sampling Acak Sederhana (Simple Sewenang-wenang Sampling)

Random sampling merupakan metode paling dekat beserta definisi probability sampling. Pengambilan sampel daripada populiasi dengan acak berdasarkan frekuensi kemungkinan semua anggota populasi.

Sampling Acak Terpadu (Systematic Random Sampling)

Pengambilan sampel membawa aturan komunitas dalam susunan sistematika unik. Probabilitas pengambilan sampel gak sama tersungkap dari keserasian frekuensi setiap anggota warga.

teknik sampling penelitian kualitatif Sampling Stratifikasi (Stratified Sampling)

Populasi dibagi ke pada kelompok struktur dan kemudian mengambil sampel dari setiap kelompok terserah kriteria yang ditetapkan. Contohnya, populasi dibagi ke di anak-anak serta orang tua lalu memilih masing-masing wakil daripada keduanya.

Sampling Rumpun (Cluster Sampling)

Komunitas dibagi di dalam keluarga kewilayahan kemudian memilih utusan tiap-tiap group. Misalnya, warga adalah Jawa Tengah lantas sampel diambil dari tiap-tiap kabupaten. Dapat juga batas-batas gunung, daratan dan sebagainya.

Sampling Bertahap (Multistage Sampling) Pengambilan sampel memakai lebih daripada satu sistem probability sampling. Misalnya, menggunakan metode stratified sampling di tahap mula-mula kemudian modus operandi simple serampangan sampling dalam tahap ke-2 dan berikutnya sampai memetik sampel yang diinginkan.

Probabilitas Proporsional Standar Sampling (Probability Proportional to Size Sampling)

Probabilitas pengambilan sampel setara dengan ukuran sampling kalau sampel dipilih secara simetris dengan standar total rakyat. Ini merupakan bentuk multistage sampling dalam tahap pertama dan lalu random sampling di stadium kedua, namun jumlah spesimen sebanding secara ukuran masyarakat.

NON-PROBABILITY SAMPLING

Teknik non-probability sampling jika setiap warga populasi punya peluang nol. Artinya, pengambilan sampel didasarkan kriteria tertentu seperti judgment, status, banyaknya, kesukarelaan dan lain-lain.

Ada berjenis-jenis metode non-probability sampling beserta turunan serta variasinya, tapi paling populer sebagai berikut: Sampling Bagian (Quota Sampling)

Mirip stratified sampling yaitu berdasarkan nisbah ciri-ciri tertentu untuk memencilkan bias. Misalnya, jumlah contoh laki-laki 50 orang oleh sebab itu sampel cewek juga 50 orang.

Sampling Kebetulan (Accidental Sampling)

Pengambilan sampel berdasar pada penonton bahwa itu kebetulan terbit. Misalnya, rakyat adalah di setiap pegguna orbit, maka pengkaji mengambil contoh dari orang2 yang permisi melintas dalam jalan tersebut pada waktu pertimbangan.

Sampling Purposive (Purposive or Judgemental Sampling)

Pengambilan ilustrasi berdasarkan penyaringan khusus. Peneliti membuat kriteria tertentu siapa yang jadi sebagai informan. Misalnya, Kamu meneliti kriminalitas di Metropolitan Semarang, oleh karena itu Anda mengangkat informan yakni Kapolresta Semarang, seorang tokoh kriminal serta seorang makanan kriminal.

Sampling Sukarela (Voluntary Sampling)

Pengambilan sampel berlandaskan kerelaan untuk berpartisipasi dalam penelitian. Ragam ini paling umum diterapkan dalam jajak pendapat.

Sampling Snowball (Snowball Sampling)

Pengambilan sampel berdasarkan pencarian sampel sebelumnya. Misalnya, penjelasan tentang korupsi bahwa sumber informan prima mengarah menurut informan kedua lalu punca ke tiga dan berikutnya.


 

Для ответа с цитированием необходимо
выделить часть текста исходной записи